27.3 C
Jakarta
Sunday, November 27, 2022
spot_img

Simak Perbincangan 5 Gubernur Bank Central Top di G20

Lima gubernur bank sentral di Asia Tenggara atau ASEANĀ  duduk bersama membahas tentang implementasi transaksi pembayaran lintas negara atau cross border payment pada agenda Presidensi G20 Indonesia.

Asean 5 ingin menunjukkan inisiatif pembayaran lintas negara yang lebih cepat, murah, transparan, dan lebih inklusif untuk mendorong pemulihan ekonomi regional. Nantinya pembayaran di Asia Tenggara dapat berlangsung melalui QR code dalam mata uang masing-masing, sehingga tidak perlu terdapat dua kurs dalam transaksinya.

Membuka diskusi, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, mengatakan, pihaknya mulai menghubungkan pembayaran retail, begitu juga dengan QR yang sedang dibangun agar dapat terhubung.

“Pembayaran cepat yang terkoneksi dan juga menggunakan mata uang lokal untuk memberikan efisiensi pada pembayaran lintas batas tersebut, kami setuju itu,” ujarnya saat Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia bertajuk Advancing Digital Economy and Finance: Cross Border Payment, Kamis (14/7/2022).

“Dan tentu saja, inilah saatnya kita bekerja sama dalam ASEAN untuk mewujudkannya,” imbuhnya.

Sementara Gubernur Bank Negara Malaysia Nor Shamsiah Mohd Yunus, mengatakan bagi Malaysia memiliki layanan pembayaran lintas negara yang aman dan efisien sangat penting untuk mendukung perdagangan negara dengan tetangga dan negara lain di seluruh dunia.

 

Selain memfasilitasi pembayaran lintas batas yang lebih cepat dan lancar, ia juga berharap Malaysia dapat memetik manfaat dari pembayaran kaya data untuk meningkatkan manajemen risiko dan menawarkan lebih banyak layanan dengan nilai tambah lain.

 

“Jadi ada banyak hal menarik yang terjadi dalam pembayaran lintas batas dan ini akan bermanfaat bagi perekonomian dengan meningkatkan efisiensi dan yang lebih penting lagi, meningkatkan inklusi keuangan,” ujar Nor.

 

Dalam kesempatan yang sama Ravi Menon selaku Managing Director of Monetary Authority Singapore, mengungkap salah satu cara paling efektif untuk mencapai pembayaran lintas batas yang lebih murah dan lebih aman adalah melalui penghubungan sistem pembayaran nasional yang lebih cepat.

 

Selain hubungan bilateral yang kini sudah banyak dilakukan, fase berikutnya adalah meningkatkan hubungan secara multilateral karena ini bisa memakan waktu cukup lama jika semua negara ASEAN berkumpul untuk membangun jaringan inklusif yang telah menghubungkan sistem pembayaran ritel.

 

“Ini akan secara signifikan meningkatkan peluang bisnis dan meningkatkan perdagangan, belanja pariwisata, e-niaga dan pengiriman uang oleh tenaga kerja migran di seluruh wilayah, dan imbalan ekonomi akan sangat besar,” tuturnya.

 

Cross border payment ini, kata Gubernur Bangko Sentral ng Pilipina Felipe Medalla, merupakan sebuah game changer bagi negara-negara ASEAN. Sebab tidak hanya meningkatkan kemudahan dalam pembayaran, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Teknologi juga berperan penting di sini untuk membuat pembayaran lintas negara ini jauh lebih aman, andal dan dapat dipercaya.

 

“Termasuk memastikan bahwa mereka mendapatkan nilai tukar yang adil dan transparan dalam prosesnya. Saya sangat yakin bahwa hubungan antar negara ASEAN akan semakin kuat. Jadi saya pikir tujuannya lebih bilateral ke multilateral dan saya pikir itu adalah impian setiap negara anggota ASEAN,” ujarnya.

 

Sedangkan Deputi Gubernur Bank Thailand Ronaldo Numnonda, inisiatif ini berguna dalam hal pembayaran real-time, tanpa perlu lagi bergantung dengan lokasi fisik, tapi bisa kapan saja dengan mobile banking. Selain itu juga perlu ada komitmen dan komunikasi dari berbagai pemangku kepentingan soal kolaborasi ini.

 

“Jadi saya pikir kunci dari pembayaran lintas negara ini adalah bukti konsepnya.” pungkasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
3,585FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles