Tiket Pesawat "Meledak", Ini Dia Tanggapan Kemenhub

Kementerian Perhubungan masih membahas persoalan mahalnya harga tiket pesawat yang masih terjadi. Begitu juga dengan aturan pengenaan tarif tambahan (fuel surcharge) juga masih dievaluasi.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, mengatakan saat ini masih membahas persoalan mahalnya harga tiket pesawat yang terjadi saat ini, termasuk dalam dalam pengenaan aturan fuel surcharge.

Dimana dalam aturan yang memperbolehkan maskapai menaikkan 10% harga tiket dari batas atas itu akan berakhir pada bulan Juli mendatang.

“Fuel surcharge juga masih dievaluasi masih belum diputuskan. tapi yang harus kita sadari harga avtur saat ini masih sangat tinggi dan belum ada penurunan,” katanya usai Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Senin (20/6/2022).

Dia menjelaskan saat ini pihaknya juga akan melakukan forum group discussion (FGD) untuk merumuskan kajian apa yang harus dilakukan. Termasuk perpanjangan pengenaan fuel surcharge.

“Harga avtur masih tinggi sekali belum ada penurunan itu jadi pertimbangan dan suara masyarakat juga jadi pertimbangan. kita akan lakukan FGD lagu untuk melakukan kajian, dan hasilnya seperti apa nanti ditunggu saja,” jelas Adita.

Yang jelas sampai saat ini dari kacamata Kementerian Perhubungan belum ada maskapai yang menyalahi aturan tarif batas atas harga tiket pesawat.

“Sampai saat ini saya sudah berkoordinasi dengan Direktur Jenderal Udara itu tidak ada (menyalahi aturan), dan tidak ditemukan pelanggaran. Karena sekali lagi yang diatur itu hanya kelas ekonomi, tapi yang tinggi ini memang juga terjadi di kelas bisnis dan internasional,” katanya.

Untuk diketahui dari data Pertamina, harga avtur per 15 – 30 Juni 2022 di bandara Soekarno Hatta masih diatas US$ 100 dollar per liter.

Seperti untuk pengisian avtur penerbangan internasional bandara terbesar milik RI dipatok dengan harga US$ 108,5 per liter, sementara domestik US$ 119 per liter.

Harga ini naik 10-11% dari pekan lalu, dimana patokan harga 1-14 Juni 2022 dipatok dengan harga US$ 98 per liter untuk penerbangan internasional, dan US$ 107,8 per liter untuk domestik.

Namun jika dibandingkan awal tahun 2022, harga ini sudah terbang jauh sekitar 56-58% dibandingkan awal tahun, dengan harga patokan US$ 69 per liter untuk penerbangan internasional, dan US$ 75,4 per liter untuk penerbangan domestik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.